Serba - serbi

Sukseskan Program Pemerintah, Ibu Lasiyem Purnomo Genjot Produksi Tempe

BOJONEGORO, PEWARTA– Produksi tempe rumahan Ibu lasiyem Purnomo, Dusun Dawe, Desa Bobol, Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro. Terus berkarya menjalankan fungsinya sebagai mitra pemerintah, dalam menyukseskan program pemerintah melalui instansi-instansi terkait dan pemerintah desa setempat. Ibu Lasiyem Purnomo memegang teguh komitmennya Untuk terus terdepan dalam pembangunan nasional, melalui Program Keluarga Harapan (PKH)

Tempe Bu Lasiyem Purnomo, sebagai satu brand atau merek dagang dari produsen tempe di Desa Bobol, Kecamatan Sekar Bojonegoro, merupakan bagian dari sektor usaha Rumahan . Bahkan produknya sudah banyak di kalangan masyarakat luas di wilayah tersebut. Dengan kapasitas produksi rutin kurang lebih 50 sampai 100 kilogram perhari, tempe Bu Lasiyem saat ini menjadi produsen tempe rumahan yang dikelola turun temurun.

“Kita baru produksi selama ini dengan produksi reguler 50 kilogram perhari, karena pandemi dan bulan puasa jadi agak menurun , namun dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan juga pemerintah desa Bobol Kecamatan Sekar, produksi kami terus meningkat lebih dari 400 an kilogram,” ujar Nindi, salah satu anak pemilik produksi tempe Bu Lasiyem Purnomo ,Rabu (28/4/2021)

Menurut Nindi kerja sama yang di maksud adalah terkait Program PKH yang berada dibawah koordinasi pemerintah Desa. Program ini, sambung dia dilaksanakan sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan direalisasikan setiap bulan.

“Program PKH sendiri mulai memberikan kontrak pengadaan tempe pada tempe kami, dimana untuk Desa Bobol sebanyak 8000 batang Tempe,” jelasnya.

Dengan Kapasitas 50 kilogram perhari dan kualitas tempe yang dijaga higienis tanpa kulit serta tanpa bahan tambahan lain. Ia yakin akan semakin banyak permintaan, termasuk beberapa desa atau kelurahan di Kecamatan Sekar “Saat ini sudah banyak yang merapat pada kami untuk dapat kami penuhi,” terangnya.

Selain itu, sambung Nindi penyerapan tenaga kerja saat ini baru 8 orang. Dan untuk produksi, distribusi ia menegaskan akan terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya produksi dan jangkauan pemasaran. “Kami dari Rumah Produksi Tempe, akan terus berjuang dan berkomitmen memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara melalui pemerintah Desa khususnya di bawah kepemimpinan Bapak Saimo,” tandasnya.

Sementara itu, produksi tempenya dipasarkan di toko-toko dan pasar tradisional kecamatan Sekar Nindi berharap kerja sama ini berlanjut dan tempe Bu Lasiyem akan terus meningkatkan mutu dan menyajikan yang terbaik, untuk penuhi kebutuhan masyarakat dan gizi dari produk tempenya.

“Kedepannya, bukan hanya sektor produksi tempe yang akan kita genjot, mungkin sektor lain jika ada kesempatan dan bantuan modal dari pemerintah desa atau kabupaten, mungkin pertanian baik Jagung atau Porang, karena di sektor pertanian ini cakupan dan daya serap tenaga” paparnya.

“Kami mohon doanya dari semua pihak dan keluarga Industri Rumahan berupa tempe, benar-benar bisa mengantar pemerintah desa Bobol, mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan, yang tentunya semakin mempermudah untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Desa Bobol khusunya.” Terang Nindi Menutup. (Irwan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button