DaerahNasional

Menko Perekonomian Sambangi Kasunanan Surakarta

Solo, Pewarta – Dalam upaya menjalin silaturahmi budaya, kemarin Sabtu (14/8/2021) di sela-sela padatnya agenda kegiatan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyempatkan diri bersilaturahim Sinuwun Pakubuwono XIII di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.


Kedatangan Airlangga yang mengenakan batik lengkap dengan blangkon dan Samir disambut langsung oleh Kanjeng Gusti Ratu Pakubowono XIII dengan lantunan gamelan gending jawa dan juga diikuti para Abdi dan Kerabat Kraton Kasunan Surakarta


Sesampai di bukan sesuatu yang aneh ataupun berlebihan, Airlangga didampingi Kanjeng Gusti Ratu Pakubowono XIII berkeliling melihat situasi di Talang Paten Keraton Kasunanan dan langsung menemui Sinuwun PB XIII secara tertutup.


“Ini agenda silaturahmi bersama Sinuhun dan keluarga. Membahas mengenai situasi kekeluargaan saja. Selain itu, tadi juga melihat situasi di keraton,” papar airlangga singkat saat ditemui usai keluar ruangan bertemu dengan Sinuwun PB XIII.


Ia juga terlihat menikmati keindahan batik tulis di Keraton Kasunanan.
Saat ditanya kondisi perekonomian Indonesia, Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan sudah membaik dan positif.
“Kita sudah lewati resesi karena ekonomi kita sudah (naik) 7,07 (persen) dan sudah positif,” kata Airlangga.
Airlangga menjelaskan, pemerintah berharap pada kuartal 3 dan kuartal 4, ekonomi Indonesia bisa sampai pada angka 3,7 sampai 4,5.

“Kita lihat nanti di kuartal 3 dan kuartal 4, mudah mudahan Indonesia sampai pada angka 3,7 dan 4,5,” jelasnya.
Sementara, pemerhati Budaya, KP. Dato’Sri. Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, S.H, M.Ikom, menuturkan bahwa kedatangan Airlangga ke Keraton Kasunanan merupakan hal lumrah dan bukan sesuatu yang aneh ataupun berlebihan.

Menurutnya, Airlangga masih memiliki hubungan erat dengan keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
“Pendahulu beliau (Airlangga) memiliki hubungan erat dengan keraton. Jadi beliau seperti keluarga sendiri,” tutur KP. Dato’Sri. Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, S.H, M.Ikomyang akrab disapa dengan Gus Andi.
Dikatakan Gus Andi, bahwa kehadiran Airlangga di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam rangka mempererat kembali tali silahturrohmi keluarga besar piyayi (orang) Surakarta.
“Karena beliau itu adalah Piyayi (orang) Surakarta,” kata Gus Andi.


Diungkapkan Gus Andi, bahwa Airlangga juga masih memiliki garis keturunan Kiai Ageng Gribig yang dimakamkan di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Kiai Ageng Gribig sendiri diyakini masih merupakan keturunan Raja Brawijaya V.
“Ada andil Keraton Kasunanan Surakarta dalam pembangunan makam Kiai Ageng Gribig. Yakni, cungkup utama makam Kiai Ageng Gribig adalah pemberian Raja Keraton Kasunanan Paku Buwono X pada 1908,” ungkapnya.
Sebelum Airlangga berkunjung di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dirinya juga melakukan pertemuan tertutup dengan Walikota Surakarta Griban Rakabuming Raka di Loji Gandrung.


Bersama Gibran, Airlangga diinformasikan membicarakan situasi perkembangan PPKM level 4 di Kota Solo. Dalam pertemuan tersebut Airlangga menyerahkan bantuan penanganan Covid-19 di Kota Solo berupa 100 unit oksigen konsentrator, 10.000 paket sembako, 500 kg telur, daging ayam beku 500 kg sampai 10.000 buah masker.
Airlangga menilai strategi gas dan rem dalam pelaksanaan PPKM di Solo sudah baik, hal tersebut terlihat dari grafik perkembangan kasus di Solo yang sudah mulai melandai.


Meski demikian, Airlangga menyebut masih ada beberapa provinsi di luar Jawa yang kasus Covid masih cukup tinggi.
Usai melaksanakan berbagai kegiatan di Solo, Airlangga Hartarto dan Majelis Ahlul Hidayah (AH) pada Sabtu malam (14/8/2021) juga menggelar acara ‘Indonesia Bersholawat’ bersama Habib Syekh, para Habib, dan Kiai.
Pimpinan Majelis AH, KH Nusron Wahid mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk meminta doa agar Indonesia segera bebas dari pandemi COVID-19. Sekaligus dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-76 RI.


Pria yang juga anggota Komisi VI DPR RI itu menekankan esensi kemerdekaan pada dasarnya membebaskan Indonesia dari berbagai penderitaan, kesusahan dan kemiskinan. Untuk itu menurutnya seluruh elemen bangsa harus hijrah meninggalkan pandemi yang sudah mengubah berbagai struktur politik ekonomi bangsa Indonesia dan dunia. Apalagi di saat yang bersamaan, peringatan 76 tahun Indonesia merdeka hanya berselang beberapa hari dari Tahun Baru Islam. (Imam/Rio/Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button