PENDIDIKANSerba - serbi

LKP Betarin Caruban Gelar Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan Tata Boga

Madiun, Pewarta – Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kerja Betarin Caruban menggelar Pengimbasan Praktik Baik Pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW) Tahun 2020 Kejuruan Tata Boga di kantor LKP Betarin Caruban, Senin (21/6/2021). 

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Wartanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Siti Zubaidah serta diikuti oleh 30 LKP dari Kota Madiun, Ngawi dan Kabupaten Madiun. 

Ditjend Pendidikan Vokasi Wartanto mengatakan, di Jakarta Direktorat Kursus dan Pelatihan di Jakarta  menyelenggarakan program pendidikan kewirausahaan bagi anak usia sekolah dan tidak sekolah seperti pelajat SMA SMK ma yang lulus nganggur dan tidak melanjutkan. 

“Dana dari pusat, tahun ini dananya ada yang sampai 6 juta sampai 20 juta per anak tergantung dari ketrampilan dan kehebatan lembaga itu,” 

Ia berharap lembaga yang mendidik cukup baik menjadi lembaga yang mengimbaskan atau memberi masukan melatih mendidik yang lain supaya sukses. Sehingga dana tersebut dilaksanakan dengan baik, sasarannya benar. 

“Betarin ini dipilih karena dinilai telah menyelenggarakan pendidikan kewirausahaan dengan baik,” ujar Wartanto. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Siti Zubaidah berharap ada output dan out come yang diwujudkan di dalam setiap pelatihan. Karena mengembangkan kewirausahaan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sangat bermanfaat apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. 

“Kami sangat mengharapkan 15 LKP di Kabupaten Madiun juga melakukan upaya-upaya supaya bisa menjadi seperti Betarin,” ungkap Zubaidah. 

Pimpinan LKP Betarin, Susiyani menambahkan, program yang dilaksanakan di LKP Betarin dianggap baik sehingga ditunjuk sebagai lembaga pengimbas untuk daerah-daerah sekitar. 

Ia menjelaskan di Betarin, ada beberapa program pelatihan. Di antaranya, kecantikan, Spa, perawatan kulit, dan hantaran. Namun di tahun 2020 merambah ke pelatihan kewirausahaan di bidang tata boga. 

“Karena pandemi, maka kami improvisasi supaya produk yang dihasilkan dari peserta pelatihan bisa dipasarkan melalui online,” ungkapnya. (ant/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button