BUDAYADESADesaWisata

Lestarikan Tradisi Desa Kendung adakan Bersih Desa

NGAWI, Pewarta – Pada ritual Bersih Desa/ Nyadran semua warga Desa Kendung Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi melaksanakan persiapan mulai dari bersih-bersih lingkungan sekitar sampai dengan punden dan besik makam. Tradisi nyadran yg merupakan warisan budaya turun temurun dari leluhur tidak pernah ditinggalkan karena dilaksanakan setaun hanya sekali.

Nilai gotong royong sangat kental dalam tradisi Nyadran di desa Kendung, terlihat dari kompaknya warga dalam bersih-bersih lingkungan, punden dan makam desa ( besik ). Masyarakat saling rukun dalam satu kesatuan bahwa hari itu mereka bermunajad tunggal mendo’akan para leluhur ( ahli kubur ) agar diampuni dosanya dan berdo’a generasi yang ditinggalkan dijauhkan dari marabahaya. Kegiatan itu tertuang lewat Khotmil Qur’an, Istighosah di mushola-mushola dan masjid, shodaqohan/ kenduri, ambeng dan Besik Makam.

Dari segi budaya yang diadakan dilokasi pasar desa Kendung yakni seni Tayub atau gambyong tetap dilaksanakan karena ada nasehat Sesepuh desa dilarang meninggalkan ritual meskipun pelakasanaan secara sederhana karena di era pandemi Covid -19. Acara tetap memperhatikan protokoler kesehatan dari Gugus Covid-19 : memasang sarana cuci tangan pakai sabun (CPTS), wajib masker, jaga jarak, larangan bergerombol dan undangan tidak lebih dari 50 orang.

Menurut Kepala Desa Kendung, Sumadi tradisi nyadran harus dilestarikan sampai generasi seanjutnya karena merupakan akulturasi agama, sosial budaya dan dan gotong royong. Nyadran merupakan simbol hubungan baik antara manusia/ sesama, Leluhur, Alam (lingkungan) dan Tuhan (sarana do’a) yang harus tetap dipertahankan. Az

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button